Blogger Tricks


0

Info Green: Beruang Madu Enggan Berproduksi

Riau Pos - For Us Selasa, 13 Desember 2011




Keberadaan Beruang madu (Helarctos malayanus) terus menyusut. Masalah berikutnya adalah bukan perkara gampang menambah populasinya. Tak hanya karena luas habitatnya berkurang. Berat hewan yang berbulu hitam dan tebal ini hanya 30-65 kg. Beruang ini lebih pendek ketimbang tinggi orang dewasa. Setiap beruang madu memiliki tanda unik yakni warna kuning atau oranye, membentuk seperti huruf V, U, atau melingkar. Hutan hujan tropis adalah habitatnya. Makanan pokok beruang madu yakni serangga, namun ia juga menyukai buah buahan dan madu. Saat makan buah, beruang madu memakan bijinya. Setelah melewati proses pencernaan, bijian mulai bertunas. Itulah sebabnya hewan pemanjat ulung ini berperan penting dalam penyebaran biji di hutan. Namun, dewasa ini satwa tersebut seperti enggan bereproduksi karena luas wilayahnya terus menyusut. Entah insting menyanyangi atau menjaga anaknya yang sangat besar atau kenapa? Hanya saja ada sifat beruang madu yang unik, yakni tidak atau menahan untuk punya anak jika merasa anaknya nanti tak mendapat luas area jelajah yang sesuai. Seekor beruang jantan setidaknya menjelajahi hingga 25 km persegi dari 15.000 hektar habitatnya (ini merupakan habitat terkecil). Beruang betina, mungkin separuhnya. Namun berkurangnya hutan sangat mengancam keberadaan hewan ini. Keadaan ini yang sepertinya terjadi sekarang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Pendidikan Lingkungan Hidup di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH), Balikpapan, Kalimantan Timur, Caecilia Nurimpi Kanasari. Beruang madu ditetapkan pemerintah sebagai hewan yang dilindungi pada  tahun 1973. Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, populasi beruang madu di dunia berdasarkan hilangnya habitat mereka, diperkirakan 30 persen. Saat ini di Indonesia diperkirakan hanya terdapat 50-an beruang madu di alam liar, yakni Hutan Lindung Sungai Wain, dan lima yang ditempatkan dalam KWPLH. Beruang madu adalah yang terkecil dari delapan jenis beruang di dunia. Dan, setiap tanggal 21 Februari di peringati sebagai hari beruang internasional. Selain menghadapi ancaman kehilangan habitat. Perburuan liar dari pemburu juga kerap mengancam keberadaan hewan ini. haruskah kita biarkan ini terjadi?*** (tya-gsj/net)

0 komentar:

Posting Komentar