Blogger Tricks


Tampilkan postingan dengan label Info Cagar Biosfer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Cagar Biosfer. Tampilkan semua postingan
0

Ekohidrologi, Pelindung Sistem Penyangga Kehidupan

Riau Pos - For Us Minggu, 29 April 2012 ,

FOTO :ASRUL-GSJ TASIK: Birunya awan memantul dari jernihnya air yang berada di salah satu tasik yang ada di Cagar Biosfer Bukit Batu.

Fungsi hidrologi menjadi ciri khas utama dalam pengembangan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB). Dengan lansekap yang terbentang pada ketinggian antara 0-50 mdpl. GSK-BB memiliki topografi yang relatif datar dengan daerah tangkapan air (water catchment area) utama bagi daerah-daerah di hilirnya.
0

Asplenidum nidus L Si Paku Sarang Burung

Riau Pos - For Us Senin, 23 April 2012 ,
internet PAKU: Jenis paku ini disebut sebagai paku sarang burung karena bentuknya yang menyerupai sarang burung. 

Keanekaragaman hayati di Indonesia memang tak ternilai harga dan jumlahnya. Nah, salah satunya yang terdapat di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSK-BB). Tak hanya tumbuhan dan binatang biasa. Tetapi juga ada tumbuhan yang memiliki manfaat bagi manusia yang tinggal di sekitarnya.
0

Madu Jadi Lilin

Riau Pos - For Us Selasa, 17 April 2012 ,
internet
MADU: Lebah dikenal sebagai penghasil madu yang bisa diolah menjadi lilin madu.

Hutan yang ada di Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) menyimpan berbagai kenekaragaman hasil alam yang tidak ternilai harganya. Sehingga harus dilindungi dan dilestarikan.

Nah, sejak ditetapkan menjadi Cagar Biosfer semua akses masuk ke dalam hutan lindung ini harus atas izin pengelolanya.
0

Multi Stakeholder Management

Riau Pos - For Us Minggu, 08 April 2012 ,
Multi Stakeholder Management 
 dokumen Riau Pos
CORE AREA: Area inti atau core area yang menjadi fokus dari area konservasi pada cagar biosfer GSK-BB.

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) memiliki lansekap yang bervariasi. Oleh karena itulah prinsip pengelolaannya menggunakan prinsip multi stakeholder management. Dimana pengaturannya memakai sistem pembagian wilayah yakni adanya area inti (core area) sebagai area konservasi keanekaragaman hayati. Lalu zona penyangga (buffer zone)  sebagai pelindung area inti dari berbagai gangguan serta kawasan luar yang disebut area transisi (transition area) sebagai tempat kawasan budidaya berbagai pemangku kepentingan untuk bekerja sama dengan masyarakat lokal.
0

Palem Merah Tanaman Hias dengan Warna Menggoda

Riau Pos - For Us Jumat, 06 April 2012 ,
Palem Merah
Tanaman Hias dengan Warna Menggoda
internet
PALEM MERAH: Tanaman yang termasuk keluarga Arecaceae ini lebih populer sebagai tanaman hias pekarangan.
 
Palem merah yang memiliki nama Cyrtostachys lakka Becc. ini ternyata juga ada di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB). Tanaman yang popular sebagai tanaman hias ini memiliki warna pelepah yang merah pekat, sehingga disebut sebagai palem merah.
0

Arwana Asia, Merah Keberuntungan

Riau Pos - For Us Sabtu, 24 Maret 2012 ,
Arwana Asia, Merah
Keberuntungan
 
ARWANA:  Jenis arwana Golden Red yang banyak hidup di Indonesia.

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu menyimpan banyak sekali keanekaragaman flora dan fauna. Salah satu di antaranya adalah Sceleropages formosus yang lebih dikenal dengan Arwana Asia. Selain itu, ikan ini juga sering disebut sebagai Siluk Merah. Ikan ini termasuk ikan air tawar yang memang hidup di kawasan Asia Tenggara.
0

Elang Rawa Timur Si Pendiam.

Riau Pos - For Us Sabtu, 17 Maret 2012 ,
Elang Rawa Timur Si Pendiam. 
 internet PENGHUNI CAGAR BIOSFER: Elang rawa timur (Cirsus spilonotus) menggantungkan hidup pada hutan rawa gambut cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu Riau
Elang Rawa Timur atau Circus spilonotus merupakan satu diantara daftar fauna yang hidup di Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) Riau.  Elang ini berukuran sedang sekitar 50 cm. Berwarna gelap.
 Dan untuk jenis elang jantan mempunyai ciri mirip Elang-rawa Tangling jantan, tetapi dada hitam dan terdapat coretan putih tebal di atas tenggorokan. Sedangkan elang berjenis betina memiliki ciri-ciri seperti, penutup ekor atas coklat, bulu utama coklat tua, mahkota, tengkuk, tenggorokan, dan sisi depan sayap kuning tua; mahkota dan tengkuk bercoret coklat tua, ekor bergaris. Bercak keputihan pada pangkal bulu primer berbintik tebal dan gelap jika dilihat dari bawah.

Pada beberapa burung, kepala kuning tua seluruhnya dan terdapat bercak kuning tua pada dada. Remaja: seperti betina tetapi berwarna lebih gelap, mahkota dan tengkuk kuning tua.
Iris kuning (jantan) atau coklat muda (betina), paruh abu-abu, kaki kuning. Selain ciri-ciri tersebut, ada yang sedikit unik dari elang ini. Elang ini biasa berdiam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Secara global, elang ini berkembangbiak di Asia Timur.Pada musim dingin mereka bermigrasi ke selatan menuju Asia Tenggara dan Filipina.
0

Sosialisasi Cagar Biosfer Lewat Blog

Riau Pos - For Us Minggu, 11 Maret 2012 ,
BLOG: Kini telah hadir blog khusus GSK-BB

   CAGAR Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (CB GSK-BB) kini juga disosialisasikan melalui media internet. Tentunya di era kemajuan teknologi ini akses tercepat untuk mendapatkan informasi adalah melalui internet.
0

Buat Film Dokumenter

Riau Pos - For Us Jumat, 09 Maret 2012 ,
      Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) Riau merupakan warisan alam yang patut dibanggakan. Dan menjadi sebuah pekerjaan rumah bersama untuk membangun dan melestarikan alam cagar biosfer tersebut. Sebagai pihak swasta pertama di dunia yang menginisiasikan cagar biosfer tersebut, Sinarmas Forestry (SMF) tentunya memiliki tugas rumah untuk mempromosikan cagar biosfer pertama di Riau ini. Baik ditingkat nasional maupun internasional.

0

Keramba Pondasi Lingkungan Perairan

Riau Pos - For Us Minggu, 26 Februari 2012 ,
GOTONG ROYONG: masyarakat bergotong royong untuk membuat keramba apung di Desa Tasik Betung.


   GIAM Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) Riau masih rutin dengan pembicaraan seputar program budidaya yang dilakukan oleh pihak Sinarmas Forestry (SMF). Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan pihak SMF bersama Tim KSP UIR beberapa waktu lalu, terpilihlah Desa Tasik Betung sebagai lokasi untuk budidaya. Sebab, Tasik Betung mengalami peningkatan air sehingga mendukung proses budidaya tersebut.