Blogger Tricks


0

Cintai Bumi dengan Penghijauan di Pekarangan

Riau Pos - For Us Senin, 23 April 2012 ,
fadlan-gsj TEDUH: Suasana rumah Ruslan terlihat teduh, dengan rerimbunan pohon yang berada di pekarangan hingga belakang rumah.
Rumah yang sejuk, segar dan nyaman merupakan idaman dari setiap keluarga. Agar keinginan tersebut terwujud maka perlu dilakukan penghijauan sekitar pekarangan rumah. Namun di pemukiman padat penduduk akan sulit ditemukan halaman kosong.

Meskipun begitu minimnya halaman kosong tidak merupakan hambatan untuk melakukan penghijaun. Hal ini di buktikan oleh Ruslan, warga jalan Harapan Raya, Tangkerang Utara. Ia menjadikan pekarangan rumahnya yang tak seberapa besar itu hijau dengan berbagai tanaman pelindung sampai tanaman hias.

“ Tanaman di sekitar pekarangan rumah akan menciptakan suasana yang nyaman, enak dipandang, udara menjadi sejuk dan segar, rumah tampak bagai istana,” ujarnya yang ditemui tim GSJee, Jumat (20/4) lalu, di kediamannya.
Tanaman yang ada di pekarangannya cukup beragam berbagai tanaman hias mulai dari tanaman paku, tanaman bunga, hingga pepohonan terawat dengan apik disana.

 “Tanaman ini sudah dari bibit saya rawat, hingga sampai menjadi sebuah pohon,” ujarnya sambil menunjuk ke pohon glodokan tiang. Menurutnya selain mempercantik pekarangan rumah pohon ini juga berfungsi untuk melindungi rumah dari panasnya sengatan cahaya matahari.

Selain glodokan tiang ada juga tanaman lain, seperti bunga Kamboja yang tertanam di belakang rumah . Tumbuhan yang memiliki nama latin Plumeria acuminate ini tumbuh dan menjalar hingga ketinggian 3 meter dari permukaan tanah. Semakin menarik karena dibuatkan semacam rangkaian besi.  Ruslan membiarkan tanaman berbunga cantik tersebut tumbuh menjalar diantara rangkaian besi.
“ Ini semacam kanopi alami yang tumbuh di belakang rumah suasana di sini pun jadi sejuk  “ ujar laki-laki yang merupakan pensiunan salah satu perusahaan swasta itu.

Ditanya soal hari bumi yang diperingati tiap tanggal 22 April Ruslan mempunyai opini tersendiri.
 “ Memperingati hari bumi itu harus dimulai dari yang kecil. Seperti melakukan penghijauan di pekarangan kita sendiri, membersihkan pekarangan dan merawat tanaman serta menghijaukan lingkungan. Itu sudah termasuk langkah positif. Jangan biarkan orang lain mendahului kita untuk menanam, segeralah tanam pohon,” tambahnya.

Ia  juga menambahkan bahwa memanfaatkan halaman rumah untuk bertanam merupakan hal yang mengasyikkan. Waktu luang dalam melakukan perawatan merupakan suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Dan hasil tanaman tersebut dapat dinikmati bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga orang di sekitarnya. (ifadh-gsj/new)

0 komentar:

Posting Komentar